Selasa, 07 Agustus 2012

Pariwisata Indonesia: Dimanakah Letak Kesalahan Kita?



video


NKRI merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Posisinya yang terletak di antara dua samudera dan dua benua menjadikan Indonesia kaya akan sumber daya alam maupun budaya. Di negara inilah terdapat beraneka ragam terumbu karang yang jumlahnya mencapai 18% dari total terumbu karang di seluruh dunia. Indonesia juga merupakan negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa, yang tersebar di seluruh penjuru kepulauan nusantara. Monumen Budha terbesar di dunia juga terletak di Jawa tengah Indonesia, bahkan hanya di negara iniliah kita bisa menemukan binatang purba yang masih hidup, yaitu komodo. Dengan berbagai kelebihan di atas, Indonesia mempunyai potensi menjadi leader di dalam dunia pariwisata. Namun ironisnya pariwisata Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. 

Untuk berkembang, industri pariwisata tidak hanya membutuhkan objek wisata yang eksotis dan mengagumkan. Kepemilikan sumber daya alam tersebut hendaknya harus dibarengi dengan usaha yang terarah untuk mendongkrak daya saing pariwisata Indonesia.
                Pantai eksotis. Checked. 
                Panorama menawan. Checked.
                Kebersihan objek wisata. Not really. 
                Akomodasi dan akses ke tempat wisata. ????

Hal-hal seperti dalam list diataslah yang masih perlu di checked agar tidak menjadi  kendala bagi pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di Indonesia. 

Infrastruktur menjadi kendala utama dalam mengembangkan parisiwata. Banyak tempat yang  berpotensi menjadi objek wisata, namun sulit dijangkau oleh wisatawan karena akses ke sana yang masih terbatas. Sebut saja Raja Ampat, Kepualauan Derawan, Desa Sawarna,Pulau Karwana, dan lain sebagainya. Pada umumnya biaya transportasi ke sana pun juga terbilang mahal sehingga wisatawan mengalami kesulitan untuk mencapai daerah-daerah tersebut. Tidak hanya itu, fasilitas-fasilitas pendukung seperti hotel, tempat peristirahatan ataupun tempat perbelanjaan pun masih jarang ditemui, padahal saat ini dunia kepariwisataan diharapkan mengarah pada ekonomi kreatif.

Selain infrastruktur, kendala yang dihapapi pemerintah Indonesia adalah masalah kebersihan. Kesadaran masyarakat Indonsesia untuk menjaga kebersihan tempat umum masih terbilang rendah. Banyak ditemukan sampah yang berserakan di tempat-tempat wisata. Kebersihan kamar mandi atau toilet pun juga tak terjaga. Hal inilah yang menjadi PR tersendiri bagi pemerintah. Namun tanggung jawab menjaga kebersihan juga tidak sepenuhnya dilimpahkan kepada pemerintah. Masyarakat hendaknya berpartisipasi aktif dalam menigkatkan kesadaran akan kebersihan sehingga mampu menciptakan tempat wisata yang nyaman serta asri.

Pemerintah Indonesia juga masih harus berbenah dalam hal sumber daya manusia. Selama ini Indonesia tekenal akan keramahannya. Inilah yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Citra keramahan penduduk Indonesia ini harusnya tetap dipertahankan. Dengan kelebihan ini wisatawan akan nyaman berkunjung di Indonesia dan semakin tertarik untuk kembali datang. 

Namun kenyamanan wisatawan tidak tercipta hanya dengan keramahan dan senyuman. Pemandu wisata yang profesional juga berperan penting dalam memajukan pariwisata. Sayangnya, banyak objek rekreasi Indonesia yang masih kekurangan tenaga pemandu wisata. Dalam artikel VOA yang berjudul Solo Kekurangan Pemandu Wisata, Widdi Srihanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo menyatakan bahwa sekarang hanya ada sekitar 100 orang pemandu wisata di Solo. Padahal tiap tahun jumlah wisatawan yang berkunjung bisa mencapai jutaan. Tahun 2011 lalu saja, sebanyak 1,7 juta wisatawan berkunjung ke Solo. Selain jumlahnya yang terbatas, kemampuan bahasa asing pemandu wisata juga masih perlu ditingkatkan, terutama bahasa asing selain Bahasa Inggris. 

Dengan berbenah dalam berbagai sektor di atas, pariwisata Indonesia pun akan semakin maju. Tanggung jawab kegiatan ini tidak hanya dipikul oleh pemerintah saja, namun juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan demikian sudah tiba saatnya bagi masyarakat untuk peduli dan take an action dalam memajukan pariwisata Indonesia.


image diambil dari sini
video diambil dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar